
nubangkalan.or.id—Secara teologis, semua orang adalah sama dalam pandangan Allah ﷻ, baik lelaki atau pun perempuan, yang tua atau yang muda, dan lainnya. Sebab, pada hakikatnya yang membedakan derajat seseorang di sisi Allah ﷻ adalah nilai ibadah mereka masing-masing, mana yang lebih taat menjalani perintahnya, merekalah yang dipandang lebih baik oleh Tuhannya. Di sinilah pertanyaan “umur hanyalah angka” itu terbukti nyata.
Namun, secara sosiologis tentu tidak sedemikian. Tolak ukur dalam kehidupan berperikemanusiaan adalah yang muda mempunyai keharusan menghormati kepada yang lebih tua. Alasan terendah adalah karena ia yang lebih lama hidup di bumi, lebih banyak mengerjakan kebaikan. Sebaliknya, yang tua harus menyayangi yang lebih muda, karena minimal ia lebih sedikit mengerjakan kejelekan sebab lebih sebentar hidup di dunia.
Berkaitan dengan menghormati orang yang lebih tua, ada kisah mulia Sayyidina Utsman bin Affan yang terekam dalam kitab Usfuriyah yang ditulis oleh Syekh Muhammad Bin Abi Bakr. Kisah mulia penuh hikmah dan motivasi tersebut sebagaimana berikut.
Dalam kedamaian subuh mendekati terbit, Sayyidina Utsman bin Affan sedang terburu-buru menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan shalat jamaah Subuh. Namun, langkah yang kian semakin cepat harus terganggu ketika menjumpai seorang lelaki tua sedikit tak berdaya dengan langkahnya yang lumayan tertatih, tujuannya pun sama yaitu menuju Masjidil Haram.
Bukannya tidak bisa untuk lewat mendahului kakek tua itu, tapi karena etika mulia yang harus dijaga, Sayyidina Utsman tidak menerobos kakek yang berjalan pelan di depannya sebagai bentuk menghormati orang yang lebih tua darinya yang juga ingin pergi shalat berjamaah ke masjid. Sayyidina Utsman pun melangkah pelan hingga tiba di Masjidil Haram.
Sesampainya di depan masjid, Sayyidina Utsman kaget setengah marah ketika mengetahui bahwa kakek tua tadi ternyata adalah orang kafir Nasrani yang ke masjid hanya untuk ngobrol dengan kawan seumurannya. Tak sempat berpikir panjang, Sayyidina Utsman terburu-buru melangkah masuk ke dalam masjid setelah melihat Rasulullah ﷺ sedang dalam rukuk rakaat terakhir, sesegera beliau takbiratul ihram dan menyusul rakaat Rasulullah ﷺ.
Anehnya, pada saat itu Rasulullah ﷺ melakukan rukuk dengan dengan durasi waktu yang sangat lama, seandainya Rasulullah ﷺ melakukan rukuk seperti hari biasanya, tentu Sayyidina Utsman tidak akan menututi rukuk beliau. Alih-alih memikirkan hal itu, Sayyidina Utsman, hanya fokus dan berusaha khusyuk hingga pelaksanaan shalat selesai.
Usai pelaksanaan shalat beserta dzikir lengkapnya, rasa penasaran Sayyidina Utsman mengajak beliau menanyakan kejadian yang tak seperti biasanya, Sayyidina Utsman pun bertanya kepada Rasulullah ﷺ perihal alasan memperlama rukuknya, yang seharusnya Sayyidina Utsman terlambat, jadi masih nututi satu rakaat.
“Malaikat Jibril datang menghampiriku dan menahan pundakku agar tidak bangun dari rukuk, setelah saya tanyakan pada malaikat Jibril seusai shalat terkait alasannya, ternyata ia menjawab agar engkau tidak terlambat untuk shalat berjamaah. Sebab, jika seandainya aku tidak ditahan oleh malaikat Jibril saat rukuk, tentu engkau akan terlambat dan tidak ikut shalat berjamaah, malaikat Jibril juga sempat memberitahu tentang alasanmu yang terlambat,” Jawab Rasulullah ﷺ .
“Malaikat Jibril juga menjelaskan, bahwa ia yang diperintahkan oleh Allah untuk menahanku waktu rukuk dan membuatku melakukan rukuk dengan sangat lama adalah bukan sesuatu yang mengherankan, yang lebih aneh lagi adalah Malaikat Israfil, ia ditugaskan untuk menahan matahari agar berhenti berputar, sehingga terbitnya juga semakin lama, karena jika tidak sedemikian, maka waktu shalat Subuh akan habis lantaran matahari yang sudah terbit,” tambah Rasulullah ﷺ.
Dari kisah inspiratif ini, dapat kita ambil hikmahnya, hanya karena Sayyidina Utsman menghormati orang yang lebih tua, ada dua peristiwa terjadi, padahal orang yang beliau hormati adalah orang kafir Nasrani yang hakikatnya tidak patut untuk dimuliakan. Namun, karena beliau tidak mengetahuinya dan beliau hanya memang murni menghormati orang yang lebih tua, beliau tetap mendapatkan penghargaan yang begitu luar biasa, menandakan bahwa menghormati orang yang lebih tua itu sangat dianjurkan dan begitu berharga.
Berkaitan dengan kisah ini, Rasulullah ﷺ bersabda:
عنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَكْرَمَ شَابٌّ شَيْخًا لِسِنِّهِ إِلَّا قَيَّضَ اللَّهُ لَهُ مَنْ يُكْرِمُهُ عِنْدَ سِنِّهِ
Artinya: “Dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Tidaklah seorang pemuda menghormati orang yang tua karena umurnya melainkan Allah akan menjadikan untuknya orang yang menghormatinya karena umurnya (di masa tuanya)’.” (HR: Imam Tirmidzi)
Hikmah yang terkandung di dalamnya sangatlah mendalam dan memiliki makna yang luas. Manakala kita ingin dihormati oleh orang lain kelak di masa tua, maka hormatilah orang lain di masa sekarang. Ini berarti bahwa kita harus memperlakukan orang lain dengan baik dan hormat, tanpa memandang usia, jabatan, atau status sosial mereka.
Dalam hadis lain juga disebutkan:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيْرَنَا
Artinya: “Bukanlah umatku orang yang tidak berbelas kasih kepada orang kecil dan bukan pula umatku orang yang tidak menghormati orang yang lebih tua.” (HR. at-Tirmidzi)
Uraian Hadis yang cukup menarik bagi para pembaca untuk dijadikan spirit dalam menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Bahwasanya seseorang belum dapat dikatakan sebagai pengikut sejati Nabi Muhammad ﷺ jika masih enggan memberikan penghormatan kepada yang lebih tua dan menunjukkan empati kepada yang lebih muda.
Ini menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih sayang dengan orang lain, tanpa memandang usia atau status. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai ini, kita dapat meningkatkan kualitas hubungan sosial dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Penulis: Amir Ibrahim/Pengajar di Pondok Pesantren Al Hikmah Darussalam, Tepa’nah Barat, Kokop, Bangkalan.
Editor: Syifaul Qulub Amin/Pengurus LTN PCNU Bangkalan


Comment here