
nubangkalan.or.id—Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna daripada makhluk lainnya, sebab Allah SWT menciptakan manusia dengan memiliki akal dan nafsu. Untuk itu, khutbah kali ini bertema “Khutbah Jumat: Tiga Macam Manusia, Mulai dari Serupa Malaikat hingga Serupa Setan”.
Khutbah Pertama
أَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَكْمَلَ لَنَا الدِّيْنَ وَأَتَمَّ عَلَيْنَا النِّعْمَةَ، وَجَعَلَ أُمَّتَنَا وَلِلّٰهِ الحَمْدُ خَيْرَ أُمَّةٍ، وَبَعَثَ فِيْنَا رَسُوْلًا مِّنَّا يَتْلُوْ عَلَيْنَا أٰيَاتِهِ وَيُزَكِّيْنَا وَيُعَلِّمُنَا الكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ، أَحْمَدُهُ عَلَى نِعَمِهِ الْجَمَّةِ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تَكُوْنُ لِمَنِ اعْتَصَمَ بِهَا خَيْرَ عِصْمَةٍ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَرْسَلَهُ لِلْعَالَمِيْنَ رَحْمَةً، وَفَرَضَ عَلَيْهِ بَيَانَ مَا أَنْزَلَ إِلَيْنَا فَأَوْضَحَ لَنَا كُلَّ الْأُمُوْرِ الْمُهِمَّةِ، فَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ، صَلَّى اللّٰهُ وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِى الْفَضْلِ وَالْهِمَّةِ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰهِ الْعَظِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ. وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍ مِّن طِينٍ . ثُمَّ جَعَلْنَٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ . ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَٰمًا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَٰمَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَٰلِقِينَ
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Marilah kita sebagai manusia yang lemah memperbanyak introspeksi diri, agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi, dengan cara selalu menambah ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT. Adapun yang dimaksud dengan takwa adalah sebagaimana yang telah di sampaikan Imam Hafidz Hasan Al-Mas’udi dalam karyanya Taisir al-Khalaq Fi Ilmi al-Akhlaq, halaman 4:
التقوى هي إمتثال أوامر الله عز وجل واجتناب نواهيه سرا وعلانية
Artinya: “Takwa adalah mengikuti semua perintah-perintah Allah azza wa jalla dan menjauhi semua larangannya secara rahasia dan terang-terangan.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Manusia itu terbagi menjadi tiga kelompok. Seperti yang disebutkan imam Abu Nu’aim Al-Asfahani, dalam kitab Hilyat al-Awliya’ wa Tabaqat al-Asfiya’, juz 8, halaman 278, (Maktabah al-Syamilah)
اﻟﻨﺎﺱ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺻﻨﺎﻑ: ﺻﻨﻒ ﻳﺸﺒﻪ اﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻭﺻﻨﻒ ﻳﺸﺒﻪ اﻟﺒﻬﺎﺋﻢ ﻭﺻﻨﻒ ﻳﺸﺒﻪ اﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ
Artinya: “Manusia terbagi menjadi tiga kelompok; ada kelompok yang menyerupai malaikat, menyerupai hewan dan menyerupai setan.”
Pertama, manusia yang di maksud menyerupai malaikat, ialah:
فَالَّذِي يُشْبِهُ الْمَلَائِكَةَ فَالْمُؤْمِنُونَ فِي لَيْلِهِمْ وَنَهَارِهِمْ طَائِعُونَ يُحِبُّ أَهْلَ الطَّاعَةِ
Artinya: “Manusia yang meyerupai malaikat adalah orang-orang beriman, mereka mentaati Allah siang dan malam dan senang pada ahli taat.”
Kenapa manusia yang beriman dan taat kepada Allah SWT derajatnya dianggap menyerupai dengan malaikat, sebab manusia Allah ciptakan dengan memiliki akal dan nafsu, berbeda dengan malaikat yang Allah ciptakan hanya memiliki akal tanpa nafsu.
Agar manusia bisa menyerupai malaikat bahkan lebih tinggi daripada malaikat, harus bisa mengedepankan akalnya daripada nafsunya, karena manusia untuk melakukan kebaikan dan ketaatan kepada Allah harus mengalahkan nafsunya yang selalu membawa kepada kejelekan. Sedangkan malaikat tidak memiliki halangan sama sekali untuk berbuat taat kepada Allah SWT, sebab malaikat hanya memiliki akal tanpa nafsu.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Kedua, manusia yang dimaksud menyerupai hewan, ialah:
وَأَمَّا الَّذِينَ شِبْهُ الْبَهَائِمِ فَالَّذِينَ لَيْسَتْ لَهُمْ هِمَمٌ إِلَّا الْأَكْلَ وَالشُّرْبَ وَالنِّكَاحَ وَالنَّوْمَ فَهُمْ كَالْبَهَائِمِ
Artinya: “Manusia yang menyerupai hewan adalah mereka yang obsesi hidupnya hanya untuk makan, minum, kawin dan tidur.”
Maka dari itu, kenapa manusia yang hanya selalu memikirkan makan, minum, kawin dan tidur di anggap menyerupai hewan bahkan lebih hina dari hewan, sebab hewan Allah ciptakan hanya memiliki nafsu tanpa akal.
Sehingga hewan tidak bisa berpikir dan tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang kurang baik. Berbeda dengan manusia yang Allah ciptakan memiliki akal yang bisa berpikir dan membedakan antara yang hak dan yang batil.
Untuk itu, manusia yang hanya terobsesi dengan maka, minum, kawin, dan tidur, di anggap menyerupai hewan, bahkan lebih hina dari hewan, karena hanya mengedepankan nafsunya dari akalnya.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Ketiga, manusia yang di maksud menyerupai setan, ialah:
وَأَمَّا الَّذِي يُشْبِهُ الشَّيَاطِينَ فَالَّذِينَ فِي مَعَاصِي اللهِ مَسَاءً وَصَبَاحًا مَسَاءً وَصَبَاحًا
Artinya: “manusia yang menyerupai setan adalah mereka yang siang dan malamnya melakukan maksiat kepada Allah SWT.”
Kenapa dianggap menyerupai dengan setan, karena manusia yang setiap waktunya hanya selalu bermaksiat dan durhaka kepada Allah SWT. Sebagaimana setan yang selalu berbuat maksiat kepada Allah SWT.
Oleh sebab itu, sekarang kita bisa memilih ingin menjadi manusia yang seperti apa, apakah manusia yang menyerupai malaikat, hewan atau syaitan. Itu semua ada pada diri kita masing-masing.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلٓهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أٓلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللّٰهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Penulis: Ibrahim/Alumni Pondok Pesantren Al Hikmah Darussalam Tepa’nah Barat, Durjan, Kokop, Bangkalan & Pegiat Bahtsul Masail MWC NU Tambelangan.
Editor: Syifaul Qulub Amin/Pengurus LTN PCNU Bangkalan


Comment here