
nubangkalan.or.id—Bulan Zulhijah adalah salah satu bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah swt (asyhurul hurum) yang disebutkan dalam Al-Quran. Beribadah di bulan yang lebih mulia, tentu memiliki keutamaan lebih dari yang lainnya. Karena memang di antara pengaruh kualitas ibadah adalah tempat dan waktu dilaksanakannya.
Dalam empat bulan tersebut terdapat beberapa amalan yang dianjurkan secara khusus oleh Rasulullah ﷺ untuk dikerjakan dan lebih diperhatikan daripada yang lainnya. Salah satunya adalah pada sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah.
Sepuluh hari pertama bulan Zulhijah adalah waktu yang sangat tepat untuk kita berbenah diri dan meningkatkan kualitas amal. Selain berada di bulan yang mulai, waktu ini sangat diagungkan oleh Allah dan beberapa hadis, sehingga terdapat beberapa imbalan keutamaan pahala yang akan diberikan kepada orang yang senantiasa mensyiarkannya dan tidak diberikan kepada yang lain.
Keistimewaan sepuluh hari pertama bulan Zulhijah berdasarkan firman Allah swt dalam surat Al-An’am ayat 28:
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
Artinya: “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.” (QS Al-An’am []: 28).
Syekh ‘Izzuddin bin Abdissalam menjelaskan dalam kitab Al-Ghāyah fī Ihtishārin Nihāyah bahwa yang dimaksud Ayyām al-Ma’lumāt adalah sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah. Penjelasan ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah Saw:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.” (HR. At-Trmidzi).
Hadis ini mengindikasikan bahwa sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah memiliki keutamaan lebih dibanding hari lainnya. Melakukan ketaatan pada waktu itu akan mendapatkan keutamaan yang lebih dahsyat dan bermanfaat.
Setelah menyebutkan bahwa sebulan penuh ini mulia, Allah swt juga lebih menspesifikan kemuliaan sepuluh hari pertama dari hari-hari setelahnya. Hal ini menunjukkan bahwa keutamaannya lebih kuat dan lebih hebat, sehingga sangat disayangkan bagi kita semua untuk melewatkannya tanpa perbuatan shalih yang membekas dalam rohani.
Selain itu, hadis ini mengisyaratkan bahwa Allah swt menyetarakan satu kali puasa di dalamnya dengan berpuasa selama setahun penuh, serta menghidupkan satu malam (dengan melaksanakan shalat) pada waktu itu setara dengan menghidupkan malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan. Betapa sangat istimewanya sepuluh hari pertama Zulhijah yang terdapat pada bulan yang sangat mulia ini.
Menghidupkan malam bulan Zulhijah tidak hanya dengan pelaksanaan shalat saja, tetapi dengan beberapa ibadah lain yang juga dianjurkan. Ibadah lain yang dimaksud dapat dipahami dari kesimpulan hadis Nabi berikut:
عن ابن عمرعن النبي ﷺ، قال: ما من أيام أعظم [عند الله] ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر، فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
Artinya: “Dari Ibnu Umar ra, dari Nabi Muhammad saw bersabda: tidak ada hari-hari yang lebih agung (di sisi Allah) dan lebih disenangi Allah untuk dibuat beribadah di dalamnya daripada sepuluh hari ini, (bulan Zulhijah) maka perbanyaklah di dalamnya membaca tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Imam Ahmad).
Dengan beribadah mengamalkan amalan ini, kita sudah menghidupkan malam dengan amalan sesuai yang diperintahkan Allah swt, tidak dengan ibadah random yang kita inginkan, sehingga besar harapan kita dapat meraih keutamaan-keutamaan yang dimaksud dengan perantara melakukan sesuai dengan yang Allah kehendaki.
Berkaitan dengan uraian ini, Imam Nawawi kemudian menjelaskan dengan bahasa yang lebih konkret dalam kitab Al-Adzkār sebagai berikut:
واعلم أنه يستحب إكثار من الأذكار في هذا العشر زيادة على غيره ويستحب من ذلك في يوم عرفة أكثر من باقى العشر
Artinya: “Ketahuilah! Sesungguhnya disunahkan memperbanyak zikir-zikir di sepuluh hari ini (bulan Zulhijah) melebihi waktu yang lainnya. Dan lebih disunahkan lagi di hari Arafah melebihi sepuluh hari lainnya.”
Demikianlah beberapa bentuk ketaatan yang sangat utama dan sangat disayangkan untuk dilewatkan pada bulan Zulhijah ini. Semoga kita semua bisa senantiasa mengamalkannya mengmengingat belum tentu bisa menyambut Zuhijah pada tahun yang akan datang. Wallāhu A’lam Bisshawāb!
Penulis: Amir Ibrahim/Pengajar di Pondok Pesantren Al Hikmah Darussalam, Durjan, Kokop, Bangkalan, Jawa Timur.
Editor: Syifaul Qulub Amin/Pengurus LTN PCNU Bangkalan

Comment here