
nubangkalan.or.id—Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Durjan kembali menyelenggarakan kegiatan Lailatul Ijtima pada Jumat (14/11/2025), bertempat di Pondok Pesantren As-Sa’idiyah, Durjan, Kokop, Bangkalan.
Meski diguyur hujan, suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Rintik hujan yang membasahi halaman pesantren justru tak menyurutkan semangat para pengurus, banom, dan warga NU yang berdatangan dari berbagai dusun.
Sejak awal, panitia telah menyiapkan tempat dengan sederhana dengan tata yang rapi. Warga pun terlihat datang membawa payung, sebagian mengenakan mantel hujan, dan sebagian lainnya berjalan kaki. Nuansa kebersamaan yang hangat justru semakin terasa di tengah dinginnya udara malam. Bagi warga NU Durjan, kehadiran dalam kegiatan Lailatul Ijtima tak sekadar menghadiri acara, tetapi menjadi wujud cinta organisasi dan komitmen keberagamaan yang telah mengakar kuat.
Dalam sambutannya, Ketua Ranting NU Durjan, Kiai Zahri Hanifan, menegaskan bahwa antusiasme warga NU tidak muncul dari faktor materi, melainkan dari ketulusan hati.
“Kenapa kader NU dan semua warga NU sangat semangat dalam mengikuti kegiatan-kegiatan NU, padahal tidak digaji dan tidak juga diberikan transportasi? Hal itu karena semangatnya muncul dari hati, dan itu sangat cukup sebagai alasan untuk terus semangat,” ujarnya.
Menurut beliau, selama warga NU memiliki ikatan hati yang kuat dengan organisasi, tradisi keagamaan, serta nilai-nilai yang diajarkan para masyayikh, akan tetap mendapatkan tempat di hati masyarakat.
Sementara itu, K.H. Mukhtar Syafaat, menyampaikan pesan penting mengenai dunia pertanian. Dalam konteks kehidupan masyarakat desa, beliau menilai bahwa bertani merupakan amalan besar yang sering terlupakan.
“Bertani itu termasuk dalam kategori amal jariyah. Dan menjadi ladang pahala, selama buah dari pohon yang ditanam masih berbuah, sekalipun hanya dimakan oleh hewan,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam itu.
Beliau menekankan bahwa masyarakat desa tidak seharusnya menganggap remeh pekerjaan bertani. Selain menjadi penopang ekonomi, pertanian juga menjadi amal jangka panjang yang pahalanya terus mengalir selama tanaman yang dirawat memberi manfaat kepada makhluk hidup lain.
Pesan ini dirasa sangat relevan mengingat saat ini masyarakat memasuki musim tanam di banyak desa.
Acara Lailatul Ijtima tersebut juga dihadiri oleh berbagai badan otonom NU seperti Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat, IPNU-IPPNU, serta turut hadir tokoh-tokoh masyarakat dan para pengurus lembaga serta lajnah di lingkungan Ranting NU Durjan. Kehadiran mereka menambah semarak sekaligus menunjukkan kekompakan dan soliditas warga Nahdlatul Ulama di tingkat desa.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, yang dipimpin langsung oleh K.H. Mukhtar Syafaat. Meski malam semakin larut dan hujan belum sepenuhnya reda, para peserta pulang dengan wajah cerah, membawa pulang kembali semangat untuk merawat tradisi, memperkokoh ukhuwah, dan menjaga warisan para ulama.
Dengan terselenggaranya Lailatul Ijtima ini, PRNU Durjan kembali membuktikan bahwa hujan, jarak, ataupun kesibukan tak pernah menjadi penghalang. Selama semangat itu terus hidup di hati warga, kegiatan NU akan selalu hidup di tengah masyarakat.
Reporter: Sunnatullah
Editor: Syifaul Qulub Amin/Pengurus LTN PCNU Bangkalan


Comment here