News

PBNU Keluarkan Surat Edaran PPKM Darurat, Berikut Isi Lengkapnya

Menyikapi kondisi pandemi Covid-19 yang masih terus mengkhawatirkan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama memberikan perhatian khusus dengan mengeluarkan surat edaran terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat serta memberikan intruksi kepada seluruh jajaran struktur organisasi NU secara kelembagaan dan badan otonom di seluruh daerah untuk memperhatikan dan mematuhi protokol Kurban, berikut isi dari surat edarannya secara lengkap.

Sehubungan  dengan  semakin  meluasnya  penyebaran   Covid-19   dengan  varian  barunya  di  Indonesia,  seraya memperhatikan  kebijakan strategis Pemerintah tentang Pemberlakuan  Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) Darurat  untuk wilayah  Jawa  dan  Bali,  bersama  ini  Pengurus  Besar  Nahdlatul  Ulama  (PBNU)  menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Wilayah,  Pengurus Cabang,  Majelis  Wakil Cabang,  Pengurus Ranting,  Pengurus Anak Ranting  Nahdlatul   Ulama,  seluruh  Lembaga  dan  Sadan  Otonom  Nahdlatul   Ulama  di  semua  tingkatan,  serta segenap warga Nahdlatul Ulama untuk:

1.        Mematuhi   instruksi,  imbauan,  protokol  serta   kebijakan   yang  ditetapkan   oleh   Pemerintah,  terutama kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sebagai upaya untuk melakukan  perlindungan,  dan bentuk kontribusi nyata pada penanganan  lonjakan kasus Covid-19;

2.    Senantiasa  mendekatkan  diri dan berikhtiar  kepada  Allah SWT dengan  banyak  melakukan  kegiatan  ibadah

seperti sholat,  puasa, zikir, tadarus  Al-Qur’an,  pembacaan  Sholawat dan berbagai amaliyah  lain,  dengan harapan agar pandemi Covid-19  segera berakhir.

3.            Mengikuti  dan mensukseskan program vaksinasi  Covid-19  yang diselenggarakan  oleh Pemerintah.  Hal ini adalah  ikhtiar untuk pencegahan,  penurunan  risiko penularan  serta penyebaran  Virus Covid-19.

4.    Senantiasa  menjalankan  protokol Kesehatan  secara ketat dan disiplin,   karena penyebaran  Covid-19  tidak lagi  hanya  di  daerah   perkotaan,  tetapi  sudah  menjalar   ke  berbagai  daerah.  Oleh  sebab  itu,  PBNU mendorong  para  Kiai,  Alim  Ulama,  tokoh  agama  dan  tokoh  masyarakat   untuk  berperan  aktif  dalam melakukan sosialisasi  dan mengajak masyarakat  untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka pencegahan   penyebaran  Covid-19.

5.   Terkait  dengan  ldul  Adha  1442  H dan  rangkaian  kegiatannya,   PBNU  menyampaikan   hal-hal  sebagai berikut;

a.   Di daerah-daerah  yang dinyatakan  aman  dari  Covid-19   (zona  hijau) oleh  pemerintah  setempat  dan satuan tugas penanganan Covid-19, dapat melaksanakan Takbiran di Masjid/Mushalla  dengan menerapkan  protokol  kesehatan  yang  ketat.  Adapun  untuk  daerah-daerah   yang  ditetapkan  masuk dalam  PPKM  Darurat, atau daerah  yang  dinyatakan  tidak  aman  dari Covid-19  (zona  merah, zona oranye,  dan zona kuning),  maka Takbiran  dilaksanakan  di rumah  masing-masing  bersama keluarga inti,  dan tidak dilaksanakan di Masjid/Mushalla.

b.                        Di daerah-daerah    yang dinyatakan   aman  dart Covid-19  (zona  hijau)  oleh  pemerintah   setempat  dan satuan tugas penanganan Covid-19,  dapat melaksanakan   Sholat ldul Adha  1442 H di Masjid/Mushalla dengan menjalankan   protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.  Adapun  untuk daerah–daerah  yang ditetapkan  masuk dalam PPKM Darurat, atau daerah yang dinyatakan  lidak aman dari Covid-19  (zona merah,   zona   oranye,  dan  zona  kuning),   maka  Shalat   ldul  Adha   1442  H  tidak  dilaksanakan   di Masjid/Mushalla,  atau lapangan.

c.   Pandemi Covid-19 telah menimbulkan  dampak  buruk di masyarakat  terutama timbulnya  masalah sosial ekonomi.  Oleh  karena  itu,  PBNU  menghimbau  warga  nahdliyin  yang  memiliki  kemampuan  secara ekonomi  agar mendonasikan  dana  yang  akan  belikan  hewan  kurban  untuk  membantu  masyarakat yang terdampak  Covid-19.

d. Warga  Nahdliyin yang  memiliki  kemampuan   untuk  berdonasi dalam  rangka  membantu penanggulangan  dampak  covid-19, dan juga memiliki kemampuan   untuk melaksanakan  kurban, dipersilahkan  untuk melaksanakan  keduanya.

e.            Tatacara  berkurban  pada masa pandemi  Covid-19  tercantum  dalam  lampiran  yang merupakan  bagian tidak terpisahkan  dari surat edaran  ini.

6.    Melihat  situasi dan kondisi saat ini,  PBNU juga berharap kepada pemerintah;

a.                            Kondisi  saat ini, banyak  anak-anak  yang  menjadi korban Covid-19.  Oleh karena itu,  PBNU berharap agar  Pemerintah  lebih  meningkatkan   sosialisasi  terkait Covid-19  terutama  resiko anak-anak tertular Covid-19,   dan  apabila  terdapat  pasien  Covid-19  dari anak-anak  agar  mendapatkan  perhatian  yang serius.

b.            Dalam   situasi  PPKM  Oarurat  ini,   pemerintah  harus  meningkatkan  serta  menambah  sentra-sentra layanan vaksinasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang vaksinasi Covid-19 yang tentunya  harus bekerjasama  dengan  berbagai pihak yang terkait  tentang  hal ini.

c.    Tindakan  penimbunan   obat-obatan,  alat-alat  kesehatan  termasuk  oksigen  dan sebagainya,  ataupun

tindakan lain untuk mengambil  keuntungan  finansial dari Pandemi Covid-19, yang berakibat  merugikan pihak lain, utamanya  kerugian  bagi korban  Pandemi  Covid-19, adalah  kezaliman  dan PBNU sangat mengutuk tindakan  tersebut.

File surat edaran resmi, klik disini (Hasin).

Comment here