News

KH. Makki Nasir: Warga Nahdliyin Harus Dibariskan

Bangkalan,- Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan KH. Makki Nasir menyatakan bahwa warga Nahdliyin harus dibariskan amaliyah, Fikroh dan Harokahnya, hal itu beliau sampaikan dalam sebuah acara di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Geger Jum’at (11/12).

“Warga NU ini perlu dikumpulkan dalam satu barisan dan satu komando yaitu dalam satu organisasi” ujarnya.

Hal itu menurutnya tersirat dalam pesan yang disampaikan oleh Syaichona Moh. Cholil Bangkalan kepada Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari berupa tongkat

“Syaikhona Kholil Bangkalan menyampaikan tongkat kepada KH. Hasyim Asy’ari bukan kitab dan bukan yang lain akan tetapi tongkat karena tongkat melambangkan komando” kata kiyai alumni PP. Alkhoziny Sidoarjo ini.

Beliau menambahkan bahwa tongkat itu melambangkan komando, artinya semuanya harus disatukan tidak boleh terpecah belah berjalan sendiri sendiri, selain itu ada sebuah ayat al-Qur’an yang menjadi juknis bagaimana komando itu dijalankan.

“Tongkat itu simbol komando dan simbol persatuan lalu juknisnya adalah surat Thoha ayat 17-18 yang berbunyi
وَمَا تِلۡكَ بِيَمِينِكَ يَٰمُوسَىٰ
قَالَ هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّؤُاْ عَلَيۡهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَىٰ غَنَمِي وَلِيَ فِيهَا مَـَٔارِبُ أُخۡرَىٰ

Artinya: Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa? ”
Dia (Musa) berkata, “Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain.”

Menjabarkan kandungan ayat ini Kiyai makki menjelaskan tentang pentingnya berorganisasi, Pertama; Organisasi sebagai tumpuan, sebagai pijakan untuk mencapai sebuah tujuan mulia tegaknya kalimat tauhid, Kedua; dengan komando berupa tongkat itu bisa mewujudkan kemandirian ekonomi msyarakat sebagaimana Nabi Musa merontokkan dedaunan untuk memberi makan kambing-kambingnya dan Ketiga adalah kebutuhan-kebutuhan lain seperti Pendidikan, Kesehatan dan Kesejarteraan hidup.

Alhasil, Kiyai Makki berharap warga NU dapat memikili kesadaran tinggi didalam berjamaah dan berorganisasi demi bersama-sama mewujudkan cita-cita mulia para pendiri NU yaitu bangkitnya Ulama, bangkitnya umat dan bangkitnya negara. (Zainal Arifin/Hasin)

Comment here