News

Dari Gedung MBO, Rais Aam PBNU Ajak Nahdliyyin Gelorakan Semangat Cinta Satu Abad NU

Nubangkalan.or.id,- Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar berkunjung ke Markas Besar Oelama (MBO) di Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Gedung MBO ini, kata Kiai Miftah, merupakan sejarah lahirnya semangat persatuan yang dimiliki NU.
Dari tempat yang sangat bersejarah itu, Kiai Miftah mengajak seluruh warga NU di semua lapisan untuk menggelorakan semangat cinta menuju 1 abad NU, dan menyongsong abad kedua.

“Saya mengajak pada semua warga, lapisan, untuk menggelorakan semangat cinta, mawaddah, disertai persatuan, menyatuhkan roh dan jasad, untuk bersama-sama menyongsong 1 abad berdirinya NU, sekaligus memasuki gerbang abad kedua,” kata Kiai Miftah, dikutip dari NU Online  Senin (02/01/23).


Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjelaskan bahwa Perkumpulan NU didirikan pada Ahad, 16 Rajab 1344 Hijriah di Surabaya, bertepatan dengan 31 Januari 1926.

Lalu PBNU melalui Muktamar Ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan pada 2010 menetapkan bahwa peringatan hari lahir NU dilaksanakan berdasarkan kalender hijriah.

“Maka dalam waktu tidak lama lagi, kita akan memperingati genap 1 abad usia NU, yaitu pada tanggal 16 Rajab 1444 hijriah yang akan bertepatan nanti dengan tanggal 7 Februari 2023,” ucap Gus Yahya melalui akun Instagram nahdlatululama.


Pada momentum yang sangat istimewa itu, Gus Yahya mengatakan bahwa PBNU akan menyiapkan resepsi besar untuk memperingati Harlah 1 Abad NU itu. Rencananya, resepsi itu akan dilaksanakan di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa, 16 Rajab 1444 Hijriah atau bertepatan dengan 7 Februari 2023.

“Saya bersama-sama dengan Rais Aam PBNU KH Mictachul Akhyar, dengan para ulama dan kiai-kiai kita, bahkan juga dengan para ulama dari berbagai negara di seluruh dunia, dan kami menunggu para nahdliyin nahdliyat para pencinta NU untuk bergabung bersama-sama dengan kami untuk berbagi raksasa barokah,” tutur Gus Yahya. (*)

Comment here