News

Cuaca Panas dari Sudut Pandang Ilmu Falak

Nubangkalan.or.id,- Beberapa hari terakhir cuaca panas sangat terasa di berbagai wilayah di Indonesia, bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca panas masih akan berlanjut hingga bulan Oktober 2023 di berbagai wilayah tidak terkecuali di kabupaten Bangkalan.

Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Bangkalan, Mohammad Thuba mengatakan bahwa cuaca panas yang terjadi di kabupaten Bangkalan selain karena faktor fenomena iklim, namun juga  terjadi karena dampak peredaran matahari.

“Bulan Oktober ini bisa dikatakan puncak dari cuaca panas di Bangkalan, selain faktor fenomena iklim El Nino (anomali pada suhu permukaan laut di Samudera Pasifik di pantai barat Ekuador dan Peru yang lebih tinggi daripada rata-rata normalnya), dari sudut pandang Ilmu Falak, cuaca panas ini juga dampak dari peredaran matahari,” ucapnya kepada Nubangkalan Senin (02/10/23).

Dirinya mengatakan bahwa pada bulan Oktober ini, peredaran matahari berada tepat diatas kabupaten Bangkalan.

“Pada bulan Oktober tepatnya tanggal 11, matahari berada tepat di atas Bangkalan,” lanjutnya.

Karena Matahari berada tepat diatas kabupaten Bangkalan, maka pada saat tersebut setiap benda yang berdiri tegak tidak akan ada bayangannya atau biasa dikenal dengan hari tanpa bayangan.

“Kata orang jawa disebut dengan tumbuk (hari tanpa bayangan), karena pada tanggal 11 Oktober nilai deklinasi matahari sama dengan Lintang Tempat daerah Bangkalan, jadi pada tanggal 11 Oktober pukul 12.00 waktu istiwa’ atau 11.16 WIB. Setiap benda yang berdiri tegak lurus tidak akan ada bayangannya,” tegas Muhammad Thuba 

“Fenomena ini terjadi lantaran sumbu rotasi Bumi yang miring 66,6 derajat terhadap ekliptika. Hal ini membuat Matahari tidak selalu berada di atas garis katulistiwa (lintang 0°) melainkan kadang serong ke utara berada di lintang 23,4° Lintang Utara (garis balik utara) kadang juga ke selatan 23,4° Lintang Selatan (garis balik selatan). Sehingga sejumlah wilayah yang terletak di antara dua garis balik tersebut mungkin mengalami fenomena Matahari tepat di atas kepala,” ucapnya memberikan penjelasan lengkap prihal posisi Matahari tersebut. (Hasin)

Comment here