News

Banyak Pertanyaan Tentang Kapan Awal Bulan Maulid ? Begini Penjelasan Ketua LFNU Bangkalan

Nubangkalan.or.id,- Bulan Rabiul Awal atau yang biasa dikenal dengan bulan Maulid menjadi bulan yang spesial bagi umat Islam terutama di pulau Madura. Karena di bulan inilah manusia terbaik, idola para muslim dunia yaitu Nabi Muhammad dilahirkan, Sehingga tidak sedikit masyarakat yang menunggu kapan mulai masuk bulan Rabiul Awal karena merasa tidak sabar untuk segera merayakan bulan lahirnya nabi agung nan mulia yang sangat di hormati dan di cintai tersebut. 

Sebagai lembaga yang membidangi tentang  penentuan awal bulan, ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) PCNU Bangkalan Muhammad Thuba akhir-akhir mengaku sering mendapatkan pertanyaan dari masyarakat perihal kapan mulai masuk awal bulan Rabiul Awwal.

“Tanggal 1 Rabi’ul Awwal yang benar hari sabtu atau ahad? Beberapa hari ini, pertanyaan semacam itulah yang sering ditanyakan kepada kami, maklum, bagi masyarakat madura bulan maulid / Rabi’ul Awwal termasuk sakral, dan pada malam tanggal 1 biasanya ada acara cocoghen (Madura, Red),” tutur Guru senior di pondok pesantren Syaichona Cholil Bangkalan tersebut.

Dirinya juga menjelaskan bahwa kalender yang beredar di masyarakat ternyata juga tidak sama dalam menentukan awal bulan.

“Dan pada tahun 1445 H ini kalender-kalender yang beredar di masyarakat tidak sama dalam penetapan tanggal 1 Rabi’ul Awwal, ada yang Sabtu 16 September dan ada yang Ahad 17 Setember, sehingga banyak orang yang ragu manakah yang benar? Hal ini terjadi karena dampak dari kriteria imkanurrukyat (kemungkinan hilal bisa dilihat) yang baru ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura) yang menyatakan untuk menetapkan tanggal satu hijriyah tinggi hilal minimal adalah 3 drajat dan elongasi minimal 6,4 drajat. Sementara kriteria yang lama adalah umur hilal minimal 8 jam, tinggi hilal minimal 2 drajat dan elongasi minimal 3 drajat,” lanjutnya menjelaskan adanya perubahan ketetapan tentang penentuan awal bulan.

“Dan untuk hasil hisab bulan Rabi’ul Awwal 1445 H adalah tinggi hilal pada malam sabtu = 3 drajat dan elongasinya 3 drajat koma sekian, jadi kalau mengacu kriteria yang baru dan hasil keputusan penyelarasan kalender bersama LF PWNU JATIM, awal bulan Rabi’ul Awwal adalah hari Ahad. Dan adapun kalender yang menetapkan hari sabtu, itu kemungkinan masih menggunakan kriteria yang lama,” pungkasnya. (Hasin)

Comment here