KajianNews

Tiga Tahap Pembelajaran Efektif Versi Imam Ibnu Khaldun (#1)

Metode yang efektif menurut Imam Ibnu Khaldun dalam mentransfer ilmu kepada anak didik ialah dengan gradual; bertahap. Sedikit demi sedikit dan fakus pada satu fan ilmu. Satu fan ilmu tersebut, setidaknya tiga tahap ini harus dilalui.

Tahap pertama, sampaikan dasar-dasar setiap bab dari fan tersebut. Jelaskan secara global dengan memperhatikan kemampuan penyerapan pemahaman peserta didik. Metode ini diterapkan sampai akhir bab fan tersebut selesai. Artinya, khatamkan dulu satu fan ilmu dengan metode ini.

Dengan menerapkan metode ini, peserta didik diharapkan memiliki sebuah kemampuan dasar, walaupun belum memiliki kemampuan dalam menjabarkan masalah dengan detail. Namun, setelah ia melalui tahap pertama ini, ia telah siap menerima penjabaran detail terkait fan yang ia khatamkan tersebut.

Tahap kedua, yaitu mengulangi fan yang telah dikhatamkan. Pada tahap pengulangan ini, pengajar dapat meguraikan materi dengan mendetail. Uraikan dan jabarkan masalah-masalah terkait materi yang dibahas.

Sampaikan juga perbedaan pendapat antar-ulama atau tokoh kalau memang ada perbedaan dalam beberpa kasus. Dan jangan lupa jabarkan sisi perbedaan dan hal yang melatarbelakingi, apakah karena beda sudut pandang dalam memahami dalil, atau memang mereka memkai dalil yang berbeda, atau mungkin ada alasan lain.

Tahap kedua ini juga diterapkan sampai materi selesai; kitab/buku khatam.

Tahap ketiga, pengulangan kedua. Pada tahap ini adalah tahap terakhir. Artinya, peserta didik apabila telah meyelesaikannya, ia bisa berpindah pada fan lain. Misalnya ia telah selesai fan nahwu-sharraf (sintaksis-morfologi), ia bisa beranjak pada fan balaghah atau yang lainnya.

Pada tahap ini, pengajar dituntut untuk menyingkap setiap kemusykilan peserta didik. Menyingkap materi sukar, menerangkan kasus-kasus samar, dan membuka persoalan terkunci; persoalan yang sulit dipahami oleh peserta didik merupakan sebuah keniscayaan yang harus diterapkan oleh pengajar pada tahap ini. Jangan sampai menyisakan kemusykilan di benak peserta didik.

Setelah semua tahapan selesai, maka peserta didik bisa dikatakan telah memiliki kompetensi dalam fan tersebut; fan yang ia pelajari.

Setelah Imam Ibnu Khaldun menguraikan tahapan semacam ini, beliau memberi sebuah catatan bahwa metode pembelajaran sebagaimana yang telah diuraikan bersifat fleksibel, sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik. Biasanya, satu fan ilmu, kalau ingin dikuasi oleh peserta didik, harus diulangi tiga kali, dengan metode tahapan yang telah dijelaskan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkin ada peserta didik yang berhasil hanya dengan 1/2 kali; tidak harus diulangi tiga kali.

Semoga bermanfaat.

Referensi: Mukadimah Ibnu Khaldun

Penulis: Syifaul Qulub Amin

Comment here