
nubangkalan.or.id—Tepat pada Jumat (24/10/2025), Hari Jadi ke-494 Kabupaten Bangkalan dirayakan dengan upacara penuh khidmat dan meriah di Halaman Kantor Bupati Bangkalan.
Momentum ini menjadi harapan dari seluruh masyarakat, termasuk Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) yang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan Bangkalan.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Bangkalan, Nyai Hj Sholehah Abdul Karim, menyampaikan harapannya agar Kabupaten Bangkalan terus mengalami kemajuan di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Kami dari Muslimat NU Bangkalan percaya pada kepemimpinan Bapak Bupati Lukman Hakim dan Wakil Bupati Fauzan Ja’far. Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam upaya menyejahterakan rakyat melalui berbagai program yang telah dicanangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah perlu terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.
Menurutnya, kemajuan Bangkalan hanya dapat dicapai melalui persatuan, kebersamaan, dan gotong royong semua elemen masyarakat.
“Hal ini menjadi komitmen bersama untuk membawa Bangkalan semakin berbenah dan berbudaya sesuai tema hari jadi tahun ini,” sambungnya.
Nyai Sholehah juga mengapresiasi capaian pemerintah daerah selama ini. Ia menyebut berbagai program pembangunan telah berjalan baik, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur jalan, dan penguatan sektor ekonomi lokal.
“Ke depan, semoga permasalahan yang masih ada dapat segera diatasi, sehingga Bangkalan mampu sejajar dengan daerah-daerah maju di Jawa Timur bahkan di Indonesia,” harapnya.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Bangkalan, Nyai Hj Nur Hasanah Rofii, juga menyampaikan harapannya agar Bangkalan dapat menjadi daerah yang religius, sejahtera, dan mandiri melalui masyarakat yang kuat serta berdaya saing.
“Kami ingin masyarakat Bangkalan dapat menikmati kehidupan yang lebih sejahtera dan berkualitas. Mudah-mudahan Bangkalan juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal toleransi, kebersamaan, dan kepedulian sosial,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan, sekaligus melestarikan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal.
“Sebagai kota dzikir dan shalawat dengan tradisi keagamaan yang kuat, Bangkalan dikenal melalui kegiatan pengajian, dzikir bersama, dan pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW yang rutin dilakukan oleh masyarakatnya,” jelasnya.
Nyai Sanah menuturkan kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya memperkuat ikatan sosial dan spiritual masyarakat, tetapi menjadi teladan bagi daerah lain.
“Landmark keagamaan seperti Masjid Agung Bangkalan dan Makam Syaikhona Muhammad Kholil juga menjadi destinasi wisata religi populer yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi,” imbuhnya.
“Semoga Kabupaten Bangkalan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur negeri yang baik dan penuh rahmat Allah SWT, sehingga masyarakatnya hidup sejahtera dan bahagia di dunia maupun akhirat,” pungkasnya.
Penulis: Ryan Syarif Hidayatullah/Pengurus LTN PCNU Bangkalan.
Editor: Syifaul Qulub Amin/Pengurus LTN PCNU Bangkalan.

Comment here